Harga Dollar Naik Menjadi Rp 14.555, Darmin Anggap santai

Harga Dollar Naik Menjadi Rp 14.555 – Lagi-lagi mata uang Indonesia, Rupiah harus turun semakin rendah jika di bandingkan dengan uang Dollar Amerika Serikat. Semenjak hari Jumat, mata uang Amerika Serikat, Dollar naik hingga mencapai Rp 14.555.

Baca juga: Ringgo Agus Rahman Merasa Bersalah Kepada Istrinya, Karna Apa ya?

Darmin Nasustion yang merupakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia hanya menanggapi bahwa hal tersebut tak perlu terlalu di khawatirkan. Karena, jika di lihat dari sisi poin pelemahan rupiah masih tidak terlalu besar.

“Jadi jangan menganggap kurs itu kalau masih perubahan Rp 50 atau Rp 100 itu bahaya, enggak ada bahayanya di situ,” tuturnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Minggu (22/7/2018).

Darmin juga menyatakan bahwa pelemahan mata uang rupiah kali ini dibebani oleh dua kondisi global. Pertama karena adanya dampak perang dagang antara AS dan China yang membuat negara-negara maju ikut melakukan normalisasi kebijakan moneter.

Dan yang kedua adanya sentimen dari sinyal Bank Sentral AS Federal Reserve yang akan mengembalikan kenaikan suku bungan memlalui beberapa tahapan di tahun ini. Dengan tujuan agar kembalinya dana-dana ke Amerika Serikat.

“Jerome Powell Gubernur The Fed itu mengumumkan bahwa The Fed akan mendorong supaya inflasi di AS meningkat. Kan persoalan mereka inflasi terlalu rendah,” tambahnya.

Menurut Darmin, bukan hanya negara berkembang seperti Indonesia saja kesal atas hal itu. Bahkan pemimpin AS, Donald Trump pun ikut merasa kesal.

“Bukan cuman kita bahkan Trump saja mulai marah, Ini The fed kerjaannya menaikkan tingkat bunga saja. Sudah ada itu komentar itu dari Trump,” tambahnya.

Meski begitu, sebagian dari negara di dunia tidak khawatir dengan itu. China misalnya dia sengaja mata uangnya terus jatuh, tujuannya agar barang-barang China yang masuk ke AS harga bisa lebih murah. Maklum AS menaikkan tarif bea masuk untuk produk-produk dari China.

“Begitu mata uang di! terus melemah dia enggak mau intervensi. Nah negara-negara di sekitar dia ikut melemah ya. Nah memang masyarakat kita banyak sekali yang sebetulnya tidak melek urusan begini ini,” tambahnya.

Darmin juga menegaskan, bahwa pemerintahan BI dan OJK pastinya tak akan tinggal diam dengan kondisi saat ini. Pemerintah akan berupaya untuk memberikan suplemen agar Rupiah bisa kembali menguat.

“Kebijakan-kebijakan yang kita ambil termasuk dengan BK dan OJK tidak akan membiarkan pelemahan itu terlalu jauh. Bukan berarti kalau sudah Rp 20.000 tidak apa-apa, ya itu apa-apa. Kita akan usahakan pelemahannya jangan terlalu jauh,” tutupnya.

Harga Dollar Naik Menjadi Rp 14.555, Darmin Anggap santai

Navigasi pos