Ma'ruf Amin Bicara Mengenai Keutuhan RI Hingga Ekonomi Para Umat

Ma’ruf Amin Bicara Mengenai Keutuhan RI Hingga Ekonomi Para Umat – Akhirnya presiden Jokowi telah resmi memilih pendampingnya (Cawapres) di Pilpres 2019, yaitu Ma’ruf. Terpilih menjadi cawapres, Ma’ruf langsung di berangkatkan menuju Gedung PBNU di Jl. Kramata Raya, Jakarta pada hari Kamis, 9 Agustus 2018. Saat berada di dalam gedung, ia duduk sejajar dengan Ketua Umum (Ketum) PBNU, Said Aqil Siradj dan Ketua Umum partai PKB, Muhaimin Iskandar. Ia pun memberikan sedikit penjelasan yang akan di kerjakan olehnya jikalau menang dalam Pilpres 2019 mendatang.

Baca juga: Trump: Siapapun Berhubungan dengan Iran, Dilarang Berbisnis dengan AS

“Mudah-mudahan tidak ada aral melintang, mudah-mudahan bisa sampai terpilih dan bisa menjalankan tugas dalam membantu Presiden,” kata Ma’ruf.

Menurutnya sebagai Presiden, Jokowi punya Nawacita. Dan ia sebagai wapres bila nanti terpilih bisa membantu dalam banyak aspek, Pertama dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Kita harus mendorong bangsa ini mematuhi kesepakatan yang menjadi pilar utama bangsa ini, yakni Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya.

Yang ke dua, menjaganya melalui ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Ia ingin menjaga agar negara ini tetap utuh. Kemudian yang ke tiga harus aman, damai.

“Negara yang tidak aman, seperti beberapa negara di luar negeri, misalnya Afghanistan, punya minyak dan sumber daya yang kaya. Tapi tidak bisa memanfaatkan. Karena tidak bisa menjaga keamanannya. Selalu perang, tidak aman, tidak damai. Tidak maslahah. Karena itu saya menambah,” paparnya.

Selanjutnya yang ke empat, soal ekonomi. Yang akan ia bangun adalah ekonomi keumatan. Yaitu arus baru ekonomi Indonesia. Pemberdayaan ekonomi umat.

“Kenapa arus baru, karena arus lama. Triple down effect. Hanya membangun konglomerasi. Tapi ini bukan berarti melemahkan yang kuat. Yang kuat tidak perlu dilemahkan, tapi menguatkan yang lemah. Inilah yang kemudian melahirkan program terdistribusi aset,” ujarnya.

Jadi dengan konsep itu konglomerat harus bermitra dengan usaha masyarakat. Juga harus membantu umat. Jadi nanti konglomerat tak lagi memonopoli komoditi dari hulu sampai hilir, tapi melibatkan masyarakat.

“Oleh karena itu semua nanti harus kita penuhi dengan produk lokal, tidak perlu lagi ada impor. Karena kita sumber daya alamnya cukup. Istilah sekarang, kedaulatan pangan harus kita kuatkan,” jelasnya.

Kemudian dalam hal industrinya menurutnya harus ditingkatkan teknologinya dengan cara kerja sama dengan berbagai negara. Sehingga Indonesia bisa menjadi negara yang kuat dan masyarakatnya sejahtera.

Kemudian yang ke lima, soal kedaulatan hukum. “Kita sudah punya perangkat hukum beserta Undang-undangnya, tinggal kita perkuat, karena Undang-undang itu merupakan kesempatan bangsa ini,” katanya.

Ma’ruf Amin Bicara Mengenai Keutuhan RI Hingga Ekonomi Para Umat

Navigasi pos