Terlibat Isis, 3 WNI Di Tangkap Kepolisian Malaysia

3 WNI Di Tangkap Kepolisian Malaysia – Terdapat tujuh tersangka yang di duga anggota ISIS berhasil di tangkap oleh pihak kepolisian asal Malaysia. Namun yang lebih mengerikannya lagi, salah satu dari ketujuh dugaan anggota ISIS itu mengancam akan membunuh Raja dan Peradana Menteri Mahathir Mohamad. Beruntunganya hal itu tak sempat terjadi dengan kedua tokoh penting yang ada di Malaysia.

Baca juga: Senangnya Zohri Di Ajak Jalan-jalan Di Istana Presiden Bogor

Namun penangkapan ketujuh orang itu memerlukan waktu yang cukup lama dari 12-17 Juli 2018. Penangkapan terjadi saat pihak kepolisian Malaysia melakukan operasi khusu di empat wilayah di Malaysia, yaitu Johor, Terengganu, Selangor dan Perak. Hal tersebut di katakan oleh Kepala Kepolisian Mohamad Fuzi Harun.

Di antara ketujuh tersangka kejahatan, empat dari tersangka ternyara merupakan warga negara Malaysia. Dan tiga tersangka lainnya merupakan warga asli yang berasal dari Indonesia. Namun tak sekaligus ketujuh orang itu tertangkap oleh kepolisian Malysia.

Pada tanggal 16 Juli 20198, tepatnya di Johhor. Polisi berhasil menangkap dua orang pelaku yang berwarga negaraan Malaysia. Kedua orang tersebut adalah pria yang berusia 42 tahun dan seorang wanita yang berusia 24 tahun.

Tersangka wanita berusia 24 tahun itu di yakini telah melakukan pengiriman dana sebesar RM4.000 kepada seorang warga Malaysia yang telah bergabung dengan ISIS Suriah, yang bernama Abu Gomez.

Sementara tersangka pria diduga telah membuat ancaman lewat akun Facebook, yaitu akan meluncurkan serangan bom di Malaysia, Indonesia dan Filipina, pada Juni lalu.

Sebelum memberikan ancaman, ia telah melakukan kontak dengan Muhammad Wanndy Mohamed Jedi, seorang warga Malaysia yang merupakan anggota ISIS Suriah dan pemimpin di balik serangan bom, di sebuah klub di pinggiran kota KL Puchong pada 28 Juni 2016 yang lalu.

Pada tanggal 12 Juli lalu di Terengganu, polisi menangkap satu pria yang berasal dari Indonesia berusia 26 tahun. Ia merupakan anggota Negara Islam Indonesia, sebuah cabang gerakan Darul Islam yang anggotanya mengangkat senjata melawan pemerintah, dengan tujuan menciptakan negara Islam sendiri.

Pria tersebut diduga telah mengucapkan janji setia kepada pemimpin kelompok di Bandung antara tahun 2015-2017, serta menerima pelatihan senjata di Bandung antara 2015-2018.

Ternyata ia juga memiliki seorang istri yang berwaga negara Malaysia, istrinya pun juga telah mengucapkan janji untuk setia kepada kelompok tersebut. Tersangka telah merencanakan membawa istri dan anak tiri mereka menuju ke Suriah untuk bergabung bersama kelompok militan ISIS.

Kemudian, seorang pria WNI pekerja kontrak berusia 27 tahun ditangkap pada tanggal 12 Juli di Petaling Jaya, Selangor. Pria itu mengaku terlibat dengan ISIS, dan memiliki sekitar 100 video dan 90 foto yang menggambarkan kegiatan ISIS yang ia simpan di Smartphonenya.

Selain itu, pria itupun juga mempromosikan grup di akun Facebook miliknya, dengan mengunggah beberapa macam video dan foto-foto kegiatan ISIS yang ada di smartphonenya. Ia juga telah memiliki rencana untuk pergi ke Suriah agar bisa bergabung dengan ISIS.

Sementara itu di Ipoh, Perak, seorang buruh pabrik asal Indonesia berusia 42 tahun berhasil ditangkap pada 14 Juli. Ia mengaku memiliki hubungan dengan seorang anggota jaringan ekstremis di Indonesia, yaiut adalah Jamaah Ansharut Daulah yang terlibat dalam pembunuhan seorang polisi di Kelapa Dua, Depok, pada 10 Mei 2018.

Terlibat Isis, 3 WNI Di Tangkap Kepolisian Malaysia

Navigasi pos